Batik Tulis

Kami menyediakan produk-produk batik tulis seperti kain, blus dan kemeja dengan mengedepankan kualitas dalam segi bahan baku, pewarnaan, proses pembuatan serta model baju yang selalu up to date.

Batik Cap

Kami menyediakan produk-produk batik cap kombinasi tulis seperti kain, blus, kemeja, sampai pakaian anak dengan mengedepankan kualitas dalam segi bahan baku, pewarnaan, proses pembuatan serta model baju yang selalu up to date.

Batik HandPrint

Apabila anda ingin membuat seragam batik, baik itu untuk sekolah, instansi, organisasi ataupun event, kami siap membantu anda dalam proses pembuatan motif batik sampai proses pengerjaan batik print hingga proses penjahitan.

K.R.T. Hardjonagoro (Go Tik Swan)
Written by PutraLaweyan    Saturday, 01 March 2014 23:00

Go Tik Swan

K.R.T. Hardjonagoro (Go Tik Swan)
Salah Satu Pelopor Berkembangnya Batik
Di Indonesia

Go Tik Swan (umumnya dikenal dengan nama K.R.T. Hardjonagoro; lahir pada 11 Mei 1931) adalah seorang budayawan dan sastrawan Indonesia yang menetap di Surakarta. Ia dilahirkan sebagai putra sulung keluarga Tionghoa di kota Solo (Surakarta). Karena kedua orangtuanya sibuk dengan usaha mereka, Tik Swan diasuh oleh kakeknya dari pihak ibu, Tjan Khay Sing, seorang pengusaha batik di Solo. Ia mempunyai empat tempat pembatikan: dua di Kratonan, satu di Ngapenan, dan satu lagi di Kestalan, dengan karyawan sekitar 1.000 orang.

Sejak kecil Tik Swan biasa bermain di antara para tukang cap, dengan anak-anak yang membersihkan malam dari kain, dan mencucinya, mereka yang membubuhkan warna coklat dari kulit pohon soga, dan orang-orang yang menulisi kain dengan canting.
Ia juga senang mendengarkan mereka menembang dan mendongeng tentang Dewi Sri dan berbagai cerita tradisional Jawa. Dari mereka ia belajar mengenal mocopat, pedalangan, gending, Hanacaraka, dan tarian Jawa.

Tik Swan dikirim bersekolah di Neutrale Europesche Lagere School bersama warga kraton, anak-anak ningrat, anak-anak pemuka masyarakat, dan anak-anak pembesar Belanda. Ini disebabkan karena kedua orangtuanya adalah keturunan pemuka masyarakat Tionghoa pada saat itu. Ayahnya adalah cucu dari Luitenant der Chinezen di Boyolali sedangkan ibunya cucu Luitenant der Chinezen dari Surakarta.

Tidak jauh dari rumah kakeknya, tinggallah Pangeran Hamidjojo, putra Paku Buwana X, seorang indolog lulusan Universitas Leiden dan juga penari Jawa klasik. Di rumah sang pangeran selalu diadakan latihan tari yang sejak awal sudah mempesona Tik Swan. Sementara itu Pangeran Prabuwinoto membangkitkan minat Go Tik Swan pada karawitan Jawa.

Telanjur sayang
Seusai perang, Tik Swan belajar di MULO di Semarang. Lulus dari VHO Voortgezet Hooger Onderwijs (VHO) di Semarang, orangtuanya ingin ia kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Namun ia sudah telanjur sayang dan jatuh cinta pada kebudayaan Jawa.

“Saya diam-diam masuk jurusan Sastra Jawa di Fakultas Sastra UI. Ketika ayah tahu, beliau khawatir saya tidak bisa mencari nafkah yang memadai dengan memilih bidang itu,” ceritanya.

Di Fakultas Sastra, ada dua pengajar yang dianggapnya berpengaruh besar terhadapnya Profesor Dr. Tjan Tjoe Siem, seorang ahli sastra Jawa lulusan Leiden yang berasal dari Solo dan Profesor Dr. R.M.Ng. Poerbatjaraka, seorang otodidak yang legendaris.

Menarik perhatian Soekarno
Ketika belajar di Jakarta, Tik Swan sering berkunjung ke rumah Prof. Poerbatjaraka dan berlatih menari Jawa di sana. Dalam perayaan Dies Natalis Universitas Indonesia ia bersama rombongannya diundang menari di istana. Tariannya sempat membuat Presiden Soekarno sangat terkesan karena Tik Swan memang menari dengan sangat bagus, sementara boleh dikatakan tidak ada keturunan Tionghoa yang tertarik untuk menari Jawa. Tik Swan pun saat itu sudah menggunakan nama Hardjono.

Pelopor Batik Indonesia
Ketika mengetahui bahwa keluarga Go Tik Swan Hardjono sudah turun-temurun mengusahakan batik, Soekarno menyarankan agar ia menciptakan “Batik Indonesia”. Ia tergugah, lalu pulang ke Solo untuk mendalami segala sesuatu tentang batik, termasuk sejarah dan falsafahnya.

Hubungannya yang akrab dengan keluarga kraton Solo memungkinkan Tik Swan Hardjono belajar langsung dari ibunda Susuhunan Paku Buwana XII yang memiliki pola-pola batik pusaka. Pola-pola batik langka yang tadinya tidak dikenal umum maupun pola-pola tradisional lain digalinya dan dikembangkannya tanpa menghilangkan ciri dan maknanya yang hakiki.

Pola yang sudah dikembangkan itu diberinya warna-warna baru yang cerah, bukan hanya coklat, biru dan putih kekuningan seperti yang lazim dijumpai pada batik Solo-Yogya. Lahirlah yang disebut “Batik Indonesia”.

Saat itu warna-warna cerah cuma dipakai pada batik Pekalongan, namun motif batik Pekalongan kebanyakan buketan (karangan bunga aneka warna) yang berbeda sekali dari motif batik Vorstenlanden (Solo dan Yogya) yang biasanya sarat makna.

* Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 

 

Last Updated on Saturday, 01 March 2014 23:00
 

Article

  • Sejarah Seni Batik
    Write on Saturday, 01 March 2014 14:54 Seni Batik Sebagai Hasil Kebudayaan Seni batik adalah hasil dari budaya nenek moyang Indonesia . Sebelum kita sepakati bahwa seni batik adalah merupakan hasil kebudayaan maka perlu dijelaskan... Readmore
    Asal Muasal Wastra Batik Truntum
    Write on Saturday, 01 March 2014 14:54 Pada zaman dahulu, pembuatan batik yang pada tahap pembatikannya hanya dikerjakan oleh putri-putri dilingkungan kraton dipandang sebagai kegiatan penuh nilai kerokhanian yang memerlukan pemusatan... Readmore
    Proses Pembuatan Batik Tulis
    Write on Saturday, 01 March 2014 14:54 P roses produksi batik cap Berbeda dengan proses produksi batik tulis. Adapun langkah-langkah dalam proses produksi batik cap dijabarkan sebagai berikut : Readmore
  • Batik Nusantara
    Write on Saturday, 01 March 2014 14:54 Di seluruh nusantara sepertinya budaya secara alamiah berkembang sesuai dengan bentuk dan geografis masing-masing. Keragaman tersebut merupakan sebuah local genius dimana peradapan manusia mengalami... Readmore
    Batik sebagai ciri khas asli budaya Indonesia
    Write on Saturday, 01 March 2014 14:54 Definisi Batik Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Secara etimologi, kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan... Readmore
    Keunikan Arsitektur Rumah Laweyan
    Write on Saturday, 01 March 2014 22:57 Gaya Indische jadi ikon bangunan Kampoeng Batik Kawasan Laweyan selama ini dikenal sebagai kawasan yang unik. Apa yang menjadi ciri khas kawasan Laweyan? Selain sebagai salah satu sentra industri... Readmore
  • Filosofi Motif Batik
    Write on Saturday, 01 March 2014 22:58 Motif batik Indonesia menjadi perbincangan hangat beberapa waktu lalu, pasalnya negara tetangga mengklaim batik nusantara. motif batik benar-benar diakui dunia setelah PBB mengesahkan batik sebagai... Readmore
    Tips dan Trik Merawat Batik
    Write on Saturday, 01 March 2014 22:59 Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat batik agar warna dan corak batik tetap terjaga, diantaranya adalah sebagai berikut : Readmore
    K.R.T. Hardjonagoro (Go Tik Swan)
    Write on Saturday, 01 March 2014 23:00 K.R.T. Hardjonagoro (Go Tik Swan) Salah Satu Pelopor Berkembangnya Batik Di Indonesia Go Tik Swan (umumnya dikenal dengan nama K.R.T. Hardjonagoro; lahir pada 11 Mei 1931) adalah seorang budayawan... Readmore
  • Company Profil
    Write on Sunday, 02 March 2014 23:01 SEJARAH BERDIRINYA BATIK PUTRA LAWEYAN Sejarah berdirinya perusahaan Batik Putra Laweyan Solo ini berawal dari didirikannya perusahaan Batik Bintang Mulya pada tahun 1967. Perusahaan yang... Readmore